Rupiah melemah 54 poin hadapi dolar AS
Jumat, 3 Januari 2014
17:14 WIB
Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar
rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore bergerak
melemah senilai 54 poin menjadi Rp12.202 dibanding sebelumnya di posisi Rp12.148
per dolar Amerika Serikat (AS).
"Volatilitas rupiah masih
normal meski cenderung melemah pada akhir pekan ini menyusul data manufaktur
dan non-manufaktur China yang mengalami penurunan," kata Kepala Riset
Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, berkurangnya aktivitas
sektor manufaktur dan non-manufaktur China menimbulkan kekhawatiran pasar.
China merupakan mitra dagang
Indonesia sehingga sinyal perlambatan aktivitas ekonomi itu dapat berdampak
negatif.
Kendati demikian, lanjut dia, data
ekonomi Indonesia yang cukup positif masih dapat menahan tekanan rupiah
terhadap dolar AS lebih dalam.
Ariston memproyeksikan bahwa
pergerakan mata uang rupiah pada pekan depan di kisaran Rp12.030--Rp12.270 per
dolar AS
Kepala Riset Trust Securities Reza
Priyambada secara terpisah menambahkan, laju rupiah kembali mengalami tekanan
menyusul pelaku pasar uang cenderung memburu dolar AS setelah dirilisnya data
penjualan rumah dan kepercayaan konsumer di AS naik.
Akan diterapkannya tappering
off oleh bank sentral AS (the Federal
Reserve/the Fed) pada Januari ini, lanjut Reza, menambah kekhawatiran pelaku
pasar uang terhadap mata uang berisiko.
"Data inflasi dan surplusnya
neraca perdagangan dibayangi sentimen negatif eksternal," katanya menambahkan.
Adapun kurs tengah Bank Indonesia
pada hari Jumat ini (3/1), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp12.226
dibanding sebelumnya (2/12) di posisi Rp12.242 per dolar AS.
ANALISIS : Saat mata uang rupiah melemah mendorong
naiknya utang luar negeri Indonesia. pelemahan kembali Rupiah akibat pelaku
pasar yang kembali memburu USD. Adanya inflasi yang masih terkendali dan
surplus neraca perdagangan belum banyak berpengaruh pada laju Rupiah.


0 komentar:
Posting Komentar