RSS

Contoh Karya Tulis Ilmiah Populer



Pendidikan Dimulai Sejak Janin

Sejak lebih dari satu dasawarsa silam, tak sedikit ahli mulai mendalami  penelitian terhadap pendidikan prenatal. Menariknya, tak diperlukan seorang yang ahli di bidang pendidikan untuk melakukannya. justru orang tua, terutama ibu, menjadi guru pertama bagi si buah hati.
Dalam hampir semua budaya dan dalam pandangan banyak orang, peran menjadi orang tua dimulai setelah si kecil  hadir di dalam pelukan orang tuanya di ruang bersalin, Pandangan semacam ini menyebabkan terpisahnya peranan aktif orang tua dalam membesarkan anak sejak periode kehidupan si kecil di dalam kandungan. para ahli yang tak setuju dengan paradigma tersebut kemudian giat melakukan pengamatan, eksperimen, dan pengembangan terhadap stimulasi dan pendidikan prenatal. Hasil beberapa studi tampaknya akan membuat Anda berpikir dua kali untuk mengabaikan stimulasi si buah hati saat masih dalam kandungan:
Dua peneliti bidang psikologi dan pendidikan anak Amerika Serikat, Rene Van de Carr dan Marc Lehrer, merupakan salah satu pelopor penelitian di bidang stimulasi dan pendidikan prenatal. Penelitian terhadap ribuan pasangan muda dan keluarga di seantero negeri Paman Sam dan beberapa negara lain membuktikan bahwa stimulasi, dini terhadap janin memang benar meningkatkan kemampuan dan perkembangan anak setelah lahir beberapa persen dibandingkan dengan anak yang lahir tanpa stimulasi semasa janin.
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 1979 ini. ternyata menggugurkan pandangan beberapa kalangan ahli yang berasumsi bahwa bayi belum memiliki kesadaran atau kemampuan belajar pada bulan-bulan pertama kelahirannya, demikian pula janin. Lebih jauh lagi, Van de Carr dan Lehrer mengembangkan metode pendidikan prenatal yang menjadi model bagi studi serupa yang dilakukan di negara lain, seperti.Venezuela dan Thailand.
Terdapat beberapa prinsip dasar yang diterapkan dalam pendidikan prenatal yang dikembangkan kedua pakar psikologi dan pendidikan asal California tersebut, antara lain prinsip kerja sama yang diwujudkan dalam permainan dan latihan stimulasi, prinsip ikatan cinta (bonding/attachment) sejak sebelum lahir, serta prinsip keterlibatan anggota keluarga yang lain, termasuk ayah. Latihan serta permainan yang dikembangkan ini, teruta.ma untuk mengaktifkan seluruh indra janin yang menggunakan sentuhan dan suara serta merangsang perkembangan emosi melalui komunikasi ibu dan janin.
Latihan yang praktis dan komprehensif itu antara lain dilakukan melalui komunikasi ibu dengan janin segera sesudah diketahui telah terjadi kehamilan. Misalnya, melatih indra janin dengan suara ibu dan anggota keluarga, melatih motorik kasar janin dengan memberi instruksi menendang, dan diam dengan cara meraba serta mengelus perut ibu secara ritmis disertai kata¬kata tertentu. Lain di Amerika Serikat, lain lagi di Venezuela. Di negara Amerika Latin ini, Dr. Beatriz Manrique bersama tim melakukan riset selama 16 tahun dalam stimulasi prenatal dan postnatal yang menggunakan model atau metode yang sama dengan yang digunakan rekan terdahulunya, Van de Carr dan Lehrer. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap ribuan ibu hamil (berusia 18¬26 tahun) serta bayi di Venezuela merupakan dasar baru dalam pendidikan anak, sebab pendidikan anak sudah dimulai sejak janin.
Mula-mula Manrique membagi sampel penelitiannya dalam dua kelompok, yaitu kelompok terkontrol (terdiri dari bayi yang semasa janin tidak diberi stimulasi) dan kelompok eksperimental (terdiri dari bayi yang semasa janin diberi stimulasi). Parameter yang menjadi alat pengukuran terhadap bayi kelompok eksperimental antara lain evaluasi perkembangan emosi bayi, evaluasi keterampilan motorik, antisipasi, evaluasi sebab-akibat, dan perkembangan bahasa terhadap anal(‘ sejak lahir hingga berusia enam tahun.
Wanita pakar psikologi klinis, profesor, dan penulis ini menemukan hal menakjubkan dalam riset yang telah diakui oleh American Society of Pre and Postnatal Psychology (Masyarakat Psikologi Pre- dan Postnatal Amerika Serikat). Menariknya, bayi yang selalu diberi stimulasi rnenunjukkan kemampuan menangkap dan mengikuti rangsang visual dan auditori 1,02 poin lebih tinggi (skala Bayley) dibandingkan bayi kelompok terkontrol saat usianya 2 hari. Selain itu, kemampuan motorik bayi kelompok eksperimental lebih tinggi 0,47 poin dibandingkan kelompok kontrol, serta 0,53 poin lebih tinggi untuk kemampuan melakukan transisi antara keadaan tidak sadar dan sadar.
Hasil menakjubkan juga ditunjukkan saat kelompok eksperimental menginjak usia 18 bulan, yakni lebih tinggi 1,3 poin untuk perkembangan motorik kasar; 1,76 poin lebih tinggi untuk perkembangan bahasa; serta 2,19 poin lebih tinggi untuk koordinasi mata-tangan dibandingkan dengan anak-anak dari kelompok terkontrol. Hasil tersebut kurang lebih sama dengan studi yang dilakukan oleh Van de Carr dan Lehrer.


Sumber :

Kualitas Karya Tulis Ditentukan oleh Beberapa Aspek, yaitu Topik yang Menarik dan Mudah Dipahami oleh Pembaca



 
A. Topik yang Menarik 
Topik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Topoi” adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik yang masih awal tersebut, selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas. Terdapat beberapa kriteria untuk sebuah topik yang dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis. Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan masih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail. 
Topik biasa terdiri dari satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya sama-sama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum, sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan. 
Topik yang menarik artinya topik yang mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca, pembahasannya tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit untuk dikembangkan. Topik yang menarik dan unik pastinya tentu akan menarik orang untuk membaca. Topik yang menarik merupakan aspek yang penting dalam menulis karya ilmiah. Dan topik yang menarik dapat menunjukkan kualitas dalam karya ilmiah. Oleh sebab itu ketika kita hendak akan menulis suatu karya ilmiah, sebelumnya kita harus memikirkan topik yang menarik dan membuat orang tertarik dengan topik yang kita buat. 

B. Mudah Dipahami oleh Pembaca 
Mudah dipahami oleh pembaca artinya topik yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu baku akan tetapi mudah di pahami oleh pembaca. Topik mudah dipahami oleh pembaca merupakan nilai plus bagi penulis, karena tujuan penulis membuat karya tulis untuk dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu hendaknya dalam membuat karya tulis kita tak hanya mementingkan kondisi sendiri, tetapi kita pun harus memperhatikan kondisi pembaca agar pembaca pun senang dan memahami dengan apa yang kita buat di dalam tulisan tersebut serta mudah dipahami merupakan aspek yang mentukan kualitas karya tulis. Dalam karya tulis, seharusnya menggunakan bahasa yang sopan, baik, dan menggunakan EYD yang tepat agar mudah dimengerti oleh pembaca.


Sumber :


Contoh Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar, Serta Contoh Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi


v Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
1.       Ragam Beku (frozen), digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
2.       Ragam Resmi (formal), digunakan dalam komunikasi resmi, seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
3.       Ragam Konsultatif (consultative), digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi, seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
4.       Ragam Santai (casual), digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5.       Ragam Akrab (intimate), digunakan diantara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Cirri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut.
1.       Penggunaan kaidah bahasa tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku : acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2.       Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget, kemudian uang dan bukan duit, tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3.       Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.       Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari cirri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya atap dan bukan atep, habis dan bukan abis, kalau dan bukan kalo.
5.       Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif, yakni pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.
Dari semua cirri  bahasa baku tersebut, sebenarnya hanya nomor 2 (kata baku) dan nomor 4 (lafal baku) yang paling sulit dilakukan pada semua ragam. Tata bahasa normatif, ejaan resmi, dan kalimat efektif dapat diterapkan (dengan penyesuaian) mulai dari ragam akrab hingga ragam beku. Penggunaan kata baku dan lafal baku pada ragam konsultatif, santai, dan akrab malah akan menyebabkan bahasa menjadi tidak baik, karena tidak sesuai dengan situasi.



v Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

·         Bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
·         Komunikan tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
·         Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu agar kita dipahami oleh orang lain. dalam hal ini respon pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita. Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan yang kita ketahui kepada orang lain.
Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi memalui lisan (bahasa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan, yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap symbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu symbol bisa terdengar sama ditelinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata “mangga”, dalam bahasa Sunda artinya silahkan, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya buah mangga.
Tulisan adalah susunan dari symbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna. Dibandingkan tulisan, bahasa lisan lebih ekspresif, dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara.
Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyai fungsi utama bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. keterikatan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi terutama pada penggunaan fungsi komunikasi pada bahasa asing. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, kemudian “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu dirumah saat Lebaran. Jadi, bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa, melainkan banyak bahasa.
Contoh : berupa alat-alat yang digunakan untuk berkomunikasi, misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb.
·         Bunyi tong-tong memberi tanda bahaya.
·         Adanya asap menunjukan bahaya kebakaran.
·         Alarm untuk tanda segera berkumpul.
·         Bedug untuk pertanda waktunya shalat.
·         Telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh.
·         Symbol atau tanda stop untuk pengguna jalan.
·         Symbol laki-laki dan perempuan untuk pengguna toilet.
·         Gambar peta untuk petunjuk jalan.
·         Suara gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya.
·         Bunyi alarm (suasana tanda bahaya  gempa bumi atau bencana alam), dsb.

·         Contoh dalam kehidupan sehari-hari
Misalnya seorang penjaga Sekolah, tepat  pukul 07.00 pagi, penjaga sekolah tersebut membunyikan alarm atau bel pertanda bahwa akan dimulainya belajar mengajar. Pada akhirnya karna terbiasa dan hal itu bagian dari peraturan sekolah, saat terdengar bel atau alarm berbunyi semua siswa/siswi akan memasuki kelasnya masing-masing.

Sumber :

Larangan-larangan Orang Jaman Dulu

Dengan berjalannya waktu, tentu perubahan Jaman pun berbeda. Dulu jelas berbeda dengan Jaman sekarang yang modern dan serba canggih.
Jaman dulu banyak hal yang tidak dibolehkan dan bahkan menjadi hal yang paling ditakuti. Seperti konon katanya tidak dibolehkan duduk dipintu, nantinya akan gagal nikah.
Tiduran sambil mengangkat kaki kedinding, akan menyababkan tumit kaki menjadi pecah-pecah.
Tengkurep sambil mengangkat kaki menyababkan orang tua cepat meninggal.
Makan sambil tiduran mengakibatkan pasangan kita nanti akan males untuk bekerja.
Menunjuk kuburan dengan telunjuk, akan menyababkan telunjuknya buntung.
Masih banyak lagi contoh-contoh lain. Mungkin dijaman sekarang larangan-larangan itu sudah tidak masuk akal lagi, dan mungkin banyak orang-orang tidak memperdulikannya.

Makanan yang Berbahaya


Di jaman yang modern, yang serba canggih ini, tentu lebih gampang bagi siapapun mendapatkan apa yang mereka inginkan, sekalipun tidak sedikit dari mereka yang sulit mendapatkannya.
Namun, dari keberhasilan yang mereka dapatkan atau dari usaha yang mereka buat tidak murni hasil kejujuran, banyak kecurangan-kecurangan yang mereka lakukan. Contohnya jajanan-jajanan  seperti kue onde yang mungkin sering kita temui di pinggir-pinggir jalan, mungkin dari beberapa pedagang ada yang masih jujur dan ada yang curang, kue onde yang digoreng dengan minyak dicampur lilin supaya kue onde menjadi renyah. Sosis yang memakai pewarna tekstil dan borak. Lalu chicken yang mungkin lebih banyak digemari, chicken yang digoreng bersama plastik-plastik bekas yang dipanaskan dengan minyak goreng agar chicken tersebut tetap kering dan renyah meskipun sudah lewat 1hari.
Dari hal-hal yang kecil seperti itu, kebanyakan orang menyepelekannya demi mendapatkan untung, yang ada di otak-otak orang yang tidak bertanggungjawab hanyalah uang, bukan keselamatan. Jadi jangan aneh dengan banyaknya orang-orang yang jatuh sakit dengan berbagai macam penyakit.

SISTEM EKONOMI

Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur tentang kehidupan ekonomi, guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Setiap Negara mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengatur kehidupan ekonominya, hal ini tergantung kepada filsafat dan ideologi yang dianutnya.Elemen dari suatu Sistem Ekonomi mencakup beberapa hal, yaitu :
  1. Unit-unit ekonomi, seperti : Rumah Tangga, Perusahaan, Serikat Buruh, Instansi Pemerintah dan Lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi
  1. Pelaku-pelaku ekonomi, seperti : Konsumen, Produsen, Buruh, Investor dan Pejabat-pejabat yang terkait
  1. Lingkungan SDA dan SDM, SDK (Sumber Daya Kapital), SDT (Sumber Daya Teknologi)
Fungsi Sistem Ekonomi :
  1. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
  1. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
  1. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik


Macam-macam Sistem EkonomiBerdasarkan yang mengatur kepemilikan aset :- Sistem Ekonomi Liberalisme atau Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh kepada setiap individu untuk bersaing mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya.Ciri sistem ekonomi liberal :

  • Setiap individu bebas memiliki faktor-faktor produksi
  • Setiap individu bebas memilih pekerjaan
  • Setiap individu bebas mengadakan perjanjian-perjanjian
  • Pemerintah secara tidak langsung mengatur kehidupan ekonomi
Ciri sistem ekonomi kapitalis :
  • Pengakuan hak-hak pribadi
  • pemilikan alat-alat produksi ditangan individu
  • Individu bebas memilih pekerjaan yang dipandang baik bagi dirinya
  • Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
  • Pasar berfungsi memberikan "signal" kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga
  • Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin
  • Motif yang menggerakan perekonomian mancari laba
Kelebihan sistem ekonomi kapitalis :
  • Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya dan distribusi barang-barang
  • Kreatifitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal
  • Pengawasan politik dan sosial minimal karena tenaga, waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil
Kekurangan sistem ekonomi kapitalis :
  • Tidak ada persaingan sempurna
  • Sistem harga gagal mengalokasikan sumber secara efisien, karena adanya faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh, dll)
Negara-negara yang menganut sistem ekonomi ini contohnya Jepang, Amerika Serikat, Australia, dsb.- Sistem Ekonomi Sosialisme atau Etatisme, yaitu suatu sistem ekonomi yang dipegang dan dikuasai penuh oleh Negara, untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.Ciri sistem ekonomi sosialisme :
  • Tidak adanya kebebasan bagi individu dalam berusaha
  • Perekonomian dikuasai dan diatur oleh pemerintah
  • Hak milik perorangan atas modal dan alat-alat produksi tidak diakui
  • Lebih mengutamakan kebersamaan
  • Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Kelebihan sistem ekonomi sosial :
  • Disediakan kebutuhan pokok oleh pemerintah
  • Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
  • Produksi dikelola oleh negara
Kelemahan sistem ekonomi sosial :
  • Sulit malakukan transaksi
  • Membatasi kebebasan
  • mengabaikan pendidikan normal

- Sistem Ekonomi Campuran, yaitu suatu sistem ekonomi gabungan antara sistem ekonomi liberalisme dengan sosialisme. Dalam sistem ini yang berperan ada dua sektor, yaitu sektor negara dan sektor swasta. Banyak dijumpai dinegara-negara yang sedang berkembang.Ciri sistem ekonomi campuran :

  • Pemerintah aktif dalam kegiatan ekonomi
  • Hak milik swasta atas alat-alat produksi diakui
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
Kelebihan sistem ekonomi campuran :
  • Kebebasan berusaha
  • Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  • Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran :
  • Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  • Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Berdasarkan yang mengatur mekanisme :- Sistem Ekonomi Tradisional, yaitu sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun menurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.Ciri sistem ekonomi tradisional :
  • Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
  • Hanya sedikit menggunakan modal
  • Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
  • Belum mengenal pembagian kerja
  • Masih terikat tradisi
  • Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Kelebihan sistem ekonomi tradisional :
  • Hubungan antar individu sangat erat
  • Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
  • Tidak individualistis
Kekurangan sistem ekonomi tradisional :
  • Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
  • Mutu barang hasil produksi masih rendah
- Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas), yaitu suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.Ciri sistem ekonomi pasar :
  • Setiap orang bebas memiliki barang termasuk barang modal
  • Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
  • Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
  • Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (swasta)
  • Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
  • Persaingan dilakukan secara bebas
  • Peranan modal sangat vital
Kelebihan sistem ekonomi pasar :
  • Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
  • Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
  • Munculnya persaingan untuk maju
  • Barang dihasilkan bermutu tinggi
  • Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan sistem ekonomi pasar :
  • Sulit melakukan pemerataan pendapatan
  • Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
  • Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
  • Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
- Sistem Ekonomi Komando (Terpusat), yaitu peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pemerintah menetukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.Ciri sistem ekonomi komando :
  • Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
  • Hak milik perseorangan tidak diakui
  • Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
  • Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
Kelebihan sistem ekonomi komando :
  • Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
  • Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
  • Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
  • Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
  • Jarang terjadi krisis ekonomi
Kekurangan sistem ekonomi komando :
  • Mematikan inisiatif individu untuk maju
  • Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
  • Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya


 http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2174737-pengertian-sistem-perekonomian-atau-sistem/#ixzz1u3WRlab0http://dhiasitsme.wordpress.com/2011/03/04/sistem-ekonomi-pengertianciri-ciri-juga-keunggulan-kelemahannya/

EKSPOR DAN IMPOR KARET DI INDONESIA



PENDAHULUAN
Jaman sekarang adalah jaman modern, banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah saat jatuh. Semakin meningkatnya kebutuhan tersebut, kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai dengan kebutuhan manusia.
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Hevea brasiliensis (Euphorbiaceae). Ini dilakukan dengan  cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respon yang menghasilkan lebih banyak latex lagi.
Lebih dari setengah produksi karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton karet alami masih tetap diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industry.

1.      NEGARA TUJUAN EKSPOR KARET INDONESIA
Dengan meningkatnya kebutuhan akan karet alam dari Negara-negara industry, ini mempengaruhi ekspor karet Indonesia ke Negara-negara lainnya.
Peningkatan juga terjadi karena adanya pengalihan karet sistetik akibat naiknya harga minyak dunia.



2.      NEGARA PENGIMPOR KARET INDONESIA
Walau Indonesia termasuk Negara pengekspor karet mentah yang banyak di minati Negara-negara industry, dikarenakan mulai banyaknya industry yang mengolah karet sintetis di Indonesia maka secara tidak langsung Indonesia lebih banyak melakukan impor karet-karet sintetis.




KESIMPULAN
Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet.
Meskipun pasar karet sintetik lebih di nikmati, namun produksi karet alam masih cukup besar, salah satu kelebihan dari karet alam adalah kestabilan harganya.
Pada tahun 2004 jepang yang paling banyak mengimpor karet ke Indonesia, sementara untuk ekspornya Indonesia lebih banyak mengekspor kenegara Amerika Serikat.
Pada tahun 2005 perdagangan karet Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 2,9 juta, dimana nilai ekspor lebih besar disbanding nilai impor. P[otensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat.



DAFTAR PUSTAKA